Langsung ke konten utama

Curahan Hati Seorang Hamba



 Curahan Hati Seorang Hamba

Ketika kegalauan mulai menyelimuti hati & fikiran ini, maka hanya Engkau-lah yang tebesit dalam kerinduan yang terdalam. Hanya Engkaulah tempatku ingin membagi setiap rasa ini, hanya kepada_MU aku ingin menceritakan setiap resah & keluh yang aku rasakan.

Aku mencintai_MU dengan buncahan energi yang luar biasa & dengan buncahan setiap nafasku yang melebihi tiap udara yang aku hirup.
Aku tidak ingin mencintai_MU hanya sekedarnya saja, tapi ingin memberikan yang bisa aku berikan agar Engkau dapat mencintaiku atau sekedar mengetahui bahwa ada seorang hamba yang mengemis kasih & sayang_MU
Ketika dadaku mulai menyesak & hati tak dapat lagi menampung kerinduanku yang tiap hari kian meluas ini semua membuatku kembali berfikir apakah benar adanya bahwa aku mencintai_MU atau hanya sekedar mencintai_MU
Karena jawaban dari pertanyaanku itu adalah bersumber dari hati & tiap prilaku yang aku jalani selama ini. Jika tak ada perbaikan dari sifatku setiap hari, maka tidaklah benar pernyataan & perasaanku yang mengatakan cinta kepada_MU.

Aku mengetahui benar apa yang bisa membuat_MU mencintaiku, tapi selalu aku terkalahkan oleh amarah yang mendayung hati ini dengan cepat hingga aku terlupa bahwa sebenarnya aku telah salah memilih jalan.

Aku ingin mencintai_MU bukan hanya sekedarnya, aku ingin mencintai_MU dengan sebenarnya & ketakutan yang menghantuiku kalau aku akan lebih mencintai hamba_MU daripada Engkau membuatku memilih jalan untuk tidak mendekat kepada orang lain.
Hatiku berkata ini salah, tapi sungguh ketakutanku bahwa aku akan mencintai-Mu dengan sekedarnya, inilah yang membuatku memilih jalan ini.

Sungguh aku tak ingin lagi meminta Engkau memudahkan urusanku, tapi aku akan meminta berikan aku kekuatan untuk melewati kesulitan di tiap urusanku & meminta Engkau untuk selalu memberi petunjuk agar aku & hatiku ini bisa bersatu & sependapat dalam hal yang Engkau Ridhoi.

Debu dihati menebal, menyelimuti nurani, menyesakkan nafas, menutupi getaran rahasia. Debu itu, dosa yang ku biarkan mengendap, kekecewaan yang tak tersingkirkan, keinginan yang terlalu, bayang-bayang masa lalu, membuat tersentak sadar, bahwa hidup yang ku jalani begitu hampa tanpa makna.

Engkau bagiku adalah cahaya yang tak mampu ku tatap, misteri yang tak ku pahami & yang ku yakini. Engkau ada & menguasai hidup, desiran yang saat ini menyusup dalam rasa membuatku berharap akan menjadi nyata.

Bila malam ku tatap langit, ku rasa kehadiran_MU, ku sadari langkah-langkah ku belum mendekati_MU, apalagi memahami rahasia_MU. Namun, aku masih memiliki sisa hidup yang bisa ku gunakan untuk bisa mendekap_MU & memahami rahasia_MU.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maratibal Amal (Tahapan-tahapan Amal)

Maratibal Amal (Tahapan-tahapan Amal) Salah satu materi halaqah yang berkesan bagi saya baik itu berkesan untuk logika saya maupun emosi saya adalah suatu materi dari Hasan Al-Banna yang berjudul Maratibal Amal (Tahapan-tahapan Amal). Ketika mendapat materi ini saya baru sadar sedang berada di titik mana dakwah kita dan hendak ke titik mana dakwah ini menuju. Tujuan membuat aktivitas yang kita lakukan lebih berenergi. Dapat dibayangkan jika kita memiliki tujuan yang bias, dapat dipastikan amalan-amalan kita tanpa arah. Bisa saja orang berkata tujuan kita mencari Ridha Allah bukan yang lain, tetapi harus diingat juga menentukan tujuan haruslah spesifik. Atau tujuan besar itu harus dipotong-dipotong menjadi tujuan-tujuan kecil, sehingga kita dapat memvisualisasikannya dengan jelas. Dan apa yang dilakukan oleh Hasan Al-Banna adalah bermaksud untuk melakukan hal tersebut. Beliau tidak bermaksud mengaburkan tujuan besar kita untuk mencari Ridha Allah, tetapi justru beliau memperjelasnya...

Kisah Empat Lilin

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam. Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga. Tanpa terduga… Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyal...

Quantum Tarbiyah

Murobbi   adalah seorang guru atau pendidik. Ia mengajarkan Al Qur’an, hadits, dan kitab memberi suplai ilmu, memberikan wawasan baru sehingga murid-murid merasa tentram bersamanya. Serta seseorang   murobbi   berarti dia merupakan jejak pewaris Nabi, karena Nabi mengajarkan Islam dengan   tarbiyah . Jadi saatnya bersama menggelorakan jiwa mencetak kader serba bisa, mengubah potensi jadi prestasi, mengubah energi menjadi cahaya, mengubah ide menjadi karya, mengubah impian menjadi kenyataan. Imam Hasan al-Banna merumuskan sasaran dakwah yang beliau mulai dari warung kopi, bukan di mimbar masjid atau di kursi empuk parlemen. Dari Kondisi keterbatasan itulah optimism e dan gagasan besar dibangun . Dari orang biasalah dakwah bermula. Membangun   tarbiyah   sebagai aktivitas yang lebih menyenangkan dari pada aktivitas yang lain. Agar indah bagai di   jannah   penuh bunga nan merekah. Hadir dengan wajah sumringah. Sampaikan  nasihat denga...